Syafa'ad: Isu Syafa'ad Tidak Punya Partai Pengusung Hoax, Tunggu Saat Deklarasi





Jurnal Bima, 19 Februari 2020

Politik merupakan suatu cara meyakinkan pendukung maupun lawan baik meraih dukungan maupun mengambil kesempatan untuk menjatuhkan lawan.

Politik di Indonesia banyak strategi yang digunakan untuk meraih elektabilitas untuk mengutungkan diri sendiri serta menjatuhkan lawan sudah menjadi budaya yang dimainkan oleh politikus yang kian merajalela.


Pada PILKADA Kabupaten Bima yang sudah masuk dalam tahun politik 2020 berbagai strategi politik yang sudah dilancarkan oleh para kandidat baik meraih dukungan maupun menurunkan elektabilitas calon lainya.


Sejauh ini pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang sudah final menampakan silaturahmi politiknya yaitu pasangan Syafru - Ady (Syafaad) kegiatan silaturahmi gencar dilakukan dan elektabilitas pasangan tersebut dari bulan ke bulan naik.


Beredar isu pasangan tersebut diyakini oleh pihak tertentu tidak memiliki kendaraan politik untuk maju berkompetisi pada PILKADA 2020 dan rumor tersebut kini sudah terdegar dari para pendukung militan dan simpatisan syafaad serta masyarakat umumnya.


Menanggapi rumor yang beredar pasangan syafru adi angkat bicara terkait informasi yang beredar melalui via whats app H. Syafrudin, M.Nur yang juga mantan bupati bima menyampaikan " adapun isu mengatakan kami bubar ditengah jalan karena tidak punya kendaraan politik itu informasi hoax, saya bersama pak adi mahyudi adalah pasangan final dan kami sudah menghitung matang-matang untuk tampil masa kami bubar ditengah jalan tidak masuk akal" ucapnya.

Selanjutnya mantan bupati bima putra asli Bolo tersebut menyampaikan tegas kami siap tantantang petahana kami komit.

Tutup Syafru untuk masalah kendaraan partai atau partai pengusung tunggu waktunya nanti saat deklarasi intinya kami pastikan sudah ada partai yang kami kantongi.


Kemudian disisi lain Ady mahyudi sebagai bakal calon wakil juga menambahkan "saya dan aji syafru sudah makan asam garam masalah politik jadi untuk isu tersebut ditanggapi dengan  senyuman saja namanya juga politik.

( Dan )