Ketua Kusir: Sejarah Golkar Tidak Ambil Wakil Dua Kali, IDP - Herman Peluang Pasangan




Jurnal Bima, 14 Maret 2020


Hangatnya pilkada Kabupaten bima membuat ketua kusir kecamatan woha angkat bicara pasangan calon yang dianggap berpeluang maju dalam PILKADA tahun 2020.


Amirudin sapaannya merupakan ketua pengurus kusir Kecamatan woha menilai calon petahana saat ini belum mengumumkan bakal calon wakil resminya untuk periode 2020 dikearenan beberapa hal dan ini pandangan amirudin.


Sabtu pagi (14/3) amirudin menyampaikan pada media ini bahwa petahana atau IDP belum mengumumkan siapa wakilnya dikarenakan posisi IDP saat ini sangat kuat sehingga ada dinilai tawar secara tersirat yang ingin diungkapkan IDP.

Selain itu menurutnya sebagai Petahana di periode keduanya tentu tidak ingin mengeluarkan amunisi yang diluar kemampuanya apalagi banyaknya calon yang ingin meminangnya menjadi calon wakil bersamanya.


Amirudin juga yang saat ini merupakan warga Desa Rabakodo woha yang saat ini Kantor DPC Golkar berdekatan dengan kediamanya dan berdasarkan sejarah yang diketahuinya mengukapkan GOLKAR sulit untuk mengambil wakil bupati dua periode berturut turut.


Contoh nyata ungkapnya "saat bupati feri periode pertama megambil Usman AK sebagai wakilnya lalu periode kedua mengambil H.Syafrudin" tentu di periode kedua IDP dan Dahlan akan muncul sejarah itu yakini amirudin.


Sehingga menurutnya herman alfa edison yang saat ini sebagai calon wakil sampai saat ini masih belum cabut berkas di partai golkar tentu sangat berharap dipanggil petahan IDP ungkapnya.

Amir "yang namanya juga politik tidak ada yang tidak mungkin stiap orang punya strategi sendiri untuk dapat mengecoh lawan".


Tutup amir jika benar rumor yang beredar herman mampu siapkan mahar paling banyak dari calon wakil yang lain tidak menutup kemungkinan diriya bisa dipilih IDP.


( Dan )