Miris..! Jalan Di Ibukota Rusak Warga Tente Tanam Pohon Pisang Bosan Janji Pemerintah






Jurnal Bima, 7 Maret 2020






Pada hari kamis tanggal 05 maret 2020 pukul 10.00 wita ,Bertempat di badan jalan berlubang jalur pertokoan desa tente kecamatan woha kabupaten Bima ,Telah di lakukan penanaman pohon pisang yang di lakukan oleh Dedi Darmawan ,Andi bersama temannya sekitar 9 orang sebagai bentuk protes terhadap pemerintah .

Kronologis kejadian  :
1.sekitar pukul 10.00 wita ,Sdr Dedi Darmawan ,andi dan lainnya mulai melakukan pengumpulan pohon pisang ,drum,Tong sampah untuk dapat di pergunakan untuk melakukan blokir jalan .

2.pukul 11.00 wita ,Mendengar informasi tsb kemudian sekcam woha Amiruddin hi s.sos ,polpp woha yang di koordinir oleh PTI sdr Supriyadi sh / anggota ,kades Tente Azhar se dan anggota mako polsek woha yang di pimpin langsung oleh Kapolsek woha Iptu Edy Prayitno turun ke lokasi guna mengecek kebenaran adanya penanaman pohon di atas ruas jalan pertokoan tsb .

3.sekcam woha melakukan koordinasi sekaligus menghimbau terhadap massa yang menanam pohon yang intinya  :
1).sebagai respon camat woha setelah saya lakukan koordinasi untuk menanggulangi awal masalah ini akan kami timbun dengan sertu dulu .
2).kami pemerintah kecamatan tetap melakukan upaya dan memperhatikan jalan pertokoan ini ,kami mohon warga untuk bersabar krna jalan ini tetap akan di lakukan aspal .

4.Kapolsek woha menghimbau massa yang menanam pohon yang intinya :
1).say ucapkan trima kasih kepada sdr andi ajiz dan dedi karna ini adalah bentuk kepedulian dan kekecewaan kami akui .
2).mari silakan koordinasi bersama sekcam sebagai pemerintah kecamatan ,kades tente langkah apa yang harus di ambil guna memperbaiki jalan pertokoan ini  .
3).mari kita jaga bersama karna  jika jalan ini di tutup maka akan mengganggu dan menghambat lalulintas pengguna jalan .

5.Pukul 12.50 wita Kepala Desa Tente Sdr. Azhar, SE menemui massa aksi dan menyampaikan yang intinya  :
1) Tindakan yang di lakukan oleh masyarakat sah-sah saja, dan kebetulan kemarin ada korban yang jatuh di jalan ini, pertanyaanya apakah harus ada korban yang kedua kalinya harus di perbaiki jalan ini.
2) Solusi yang saya minta bersama masyarakat Tente, kami minta kepada pemerintah daerah Kabupaten Bima agar untuk bisa membuka kembali drainase yang ada di pinggir kanan jalan sehingga air yang tersumbar tidak lagi ada.

3) Harapan saya kepada pemerintah daerah agar di rubah apa yang seharusnya di rubah saat ini dan lebih khusunya jalan yang lintas tente parado yang kami persoalkan pada hari ini.

4.pukul 12.55 wita ,Pohon pisang dan alat lainnya yang di tanam kemudian di cabut kembali setelah mendengar arahan sekcam woha terkait jalan yang berlubang tsb .

Alasan Unjuk rasa:
1).penanaman pohon ini di lakukan agar pemerintah kecamatan maupun kabupaten cepat melakukan pengerjaan pengaspalan jalan karna kondisi jalan saat ini sudah tidah layak menjadi jalan pertokoan .
2).jalan tsb sangat membahayakan pengendara karna setiap SPM yang lalu lalang dari arah berlawanan akan saling merebut jalur tengah sehingga kuat dugaan akan mengundang terjadinya kecelakaan /tabrakan antar pengendara .


1.penanaman pohon yang di lakukan oleh saudara Andi dkk ini kali kedua setelah di lakukan penanaman pohon pisang yang pertama di tahun 2019 .

2.Tindakan anggota polpp woha yang di pimpin oleh PTI yaitu mengatur arus lalu lintas dari dua arah agar tidak saling mendahului supaya berjalan dengan tertib lancar  .

3.selama berjalannya aksi tanam pohon tidak adanya hal-hal yang menonjol /anarkis  .

( Dan )