Terpidana Pemalsuan Surat Jual Beli Tanah Ditangkap Kejari Dan Ini Pelakunya


























Jurnal Bima, Lombok 4 Maret 2020


Bahwa sebagai bentuk pelaksanaan program Tabur 31.1,  maka pada hari Rabu 04 Maret 2020 dini hari sekitar pukul 00.22 wita bertempat di Dsn. Rangkap Ds. Kuta Kec. Pujut, tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah bersama aparat TNI telah berhasil melakukan penangkapan terhadap terpidana pemalsuan surat (jual beli tanah) An. Uci Sanusi Als Uci.


Bahwa pelaksanaan eksekusi disertai penangkapan dalam perkara tersebut sebagai bentuk pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung R.I No. 999 K/Pid/2018 tanggal 19 Nopember 2018 jo. Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah Nomor : Print-930/N.2.11/Ep.3/08/2019 tanggal 07 Agustus 2019 tentang Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) An. Terpidana SATRIA Alias AMAQ JUKI dan UCI SANUSI ALS UCI dengan amar putusan pidana masing-masing 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan.


Bahwa sebelumnya berdasarkan putusan Pengadilan tersebut pihak penuntut umum telah melakukan langkah-langkah persuasif dan memberikan panggilan secara patut akan tetapi kedua terpidana tersebut diatas tidak kooperatif dan diduga melarikan diri.


Bahwa kemudian tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah segera mengambil langkah-langkah guna membantu pelaksanaan eksekusi perkara dimaksud, dimana setelah melakukan pendekatan salah satu terpidana An. Satria Alias Amaq Juki yang beralamat di Dsn. Letek I, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut Kab. Loteng, terlebih dahulu menyerahkan dirinya pada tanggal 19 Desember 2019 lalu untuk menjalani hukumannya, sedangkan satu terpidana An. Uci Sanusi Als Uci tidak diketahui keberadaannya.


Bahwa kemudian tim memperoleh informasi dari informan bahwa yang bersangkutan pada malam hari akan pulang kerumahnya, kemudian setelah dilakukan koordinasi dengan aparat TNI dari Kodim 1620 Praya beserta Koramil Pujut dan Bhabinsa setempat serta melakukan kirka tim bersama Penuntut Umum perkara aquo saudara Lalu Irwan Suyadi, SH segera bergerak menuju TKP sekitar pukul 23.30 wita dan sekitar pukul 00.22 wita, tim langsung mengepung rumah terpidana dan pada saat akan dilakukan penyergapan, pintu dalam keadaan terkunci akan tetapi petugas meminta kepada terpidana supaya pintu segera di buka.

Bahwa setelah pintu terbuka istri terpidana berusaha mengelabui petugas yang akan melakukan penangkapan dengan mengatakan bahwa suaminya Uci Sanusi Als Uci tidak berada dirumah, namun karena berdasarkan laporan informan tidak ada pergerakan dari yang bersangkutan setelah masuk kedalam rumah, maka petugas langsung masuk memeriksa kedalam rumah untuk mencari keberadaan terpidana, dimana kemudian tim mencurigai terpidana bersembunyi di atas pelafon rumah dibagian dapur indikasi tersebut diperkuat dengan adanya keris dan parang di atas lemari dekat lubang masuk pelafon yang diduga sudah dipersiapkan terpidana untuk melakukan perlawanan.



Bahwa kemudian tim memerintahkan terpidana untuk turun dan salah satu aparat TNI bersenjata memeriksa di atas pelafon tersebut dan akhirnya terpidana berhasil ditemukan dan dipaksa turun.


Bahwa untuk mencegah perhatian warga sekitar atau keluarga terpidana tim langsung membawa terpidana kedalam mobil untuk langsung dibawa menuju Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, dan sekitar pukul 01.05 wita tim tiba di Kejaksaan Negeri Lombok Tengah untuk segara melakukan introgasi secukupnya dan langsung membawa yang bersangkutan ke Rutan Kelasa II B Praya yang telah dilakukan koordinasi sebelumnya, guna mengeksekusi terpidana.


Bahwa berdasarkan hasil introgasi kepada terpidana selama ini terpidana menyembunyikan diri di wilayah Desa Jerowaru Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur dan Ds. Sade Kec. Pujut Kab. Lombok Tengah.


Bahwa terpidana sebelum di tangkap memang sudah berada di rumahnya selama satu minggu.


Bahwa selesainya di mintai keterangan oleh tim operasioanal langsung dibawa ke Rutan Kelas II Praya, dimana setibanya di Rutan kelas II Praya sekitar pukul 01.26 wita dan diterima langsung oleh petugas rutan yang piket pada malam itu dengan disertai dengan menandatangani berita acara penyerahan terpidana.


Bahwa untuk terpidana An. Satria Alias Amaq Juki yang beralamat di Dsn. Letek I, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut Kab. Loteng, terlebih dahulu menyerahkan dirinya pada tanggal 19 Desember 2019 lalu untuk menjalani hukumannya.


( Dan )