Perjuangkan Dan Komit Tolak IPLT 6 Aktifis Desa Waduwani Ditahan Di Polres Bima





Jurnal Bima, 5 April 2020



Penahanan 6 aktifis atas kasus anarkis pengerusakan baskemp IPLT terjadi pada hari Rabu (18/3/2020) sekitar pukul 13.00 wita .


Adapun nama-nama 6 aktifis yang ditahan oleh Polres Bima yaitu :
1.Dinul rahman Usman S.pd
2.Rian hidayat Usman
3.supriyadi Darwis S.pd
4.Gufran Sukardin
5.Aswadin Syafruddin
6.Yusuf Algifari Sukrin .


Keenam aktifis tersebut ditahan saat usai melakukan unjuk rasa dan meninjau lokasi proyek IPLT, mereka menilai dan menolak keras adanya pembagunan IPLT Di Desanya pasalnya mereka menilai Desanya dianak tirikan oleh pemerintah dengan memasukan proyek yang dianggap merusak lingkungan yaitu TPA sampah dan IPLT masuk di Desa Waduwani hingga aksi anarkispun tak terelahkan.


Yusuf saat dilapangan menyampaikan orasi menilai PEMDA gagal dalam mensejahterakan masyarakat lebih khsusus masyarakat waduwani yang notabennya adalah masayakat petani dengan membawa proyek raksasa Propinsi yaitu IPLT sedangkan masalah TPA saja belum tuntas ucap yusuf sebelum dirinya ditahan polres Bima.


Perjuangan aktifis dan masyarakat waduwani lainnya tidak sampai disitu dengan komitnya masyakat menolak IPLT 4 kali menggelar aksi unjuk rasa 3 kali audiensi namun tidak memuahkan hasil yang final hingga anarkispun terjadi dilokasi pembagunan IPLT.


Pada hari sabtu tanggal 04 April 2020 pukul 20.00 wita ,Bertempat di Rumah kediaman kades waduwani  kecamatan woha kabupaten Bima ,Telah berlangsung pertemuan dalam membahas solusi untuk mendapat jalan keluar para pemuda waduwani penolak hadirnya IPLT yang di tahan di polres Bima .

Dalam pertemuan pembebasan aktifis yang ditahan tersebut turut hadir pemuka masyakat seperti:
1.kades waduwani,Ramli junaid
2.ketua BPd,Bustamin S.pd/anggota .
3.kasi trantib woha,Risman S.pd
4.babinsa,Serda Ruslan
5.babinkamtibmas,Briptu Imam Banurusman
6.anggota polsek woha ,Ipda ikhwan
7.Polpp woha ,Amrin
8.para orang tua
9.para pemuda waduwani .



Melihat kondisi tersebut orang tua serta masyarakat menyampaikan tutuntutan berupa meminta kepada kades beserta babinsa, babinkamtibmas agar kiranya sesegera mungkin anak2 yang di tahan hari ini harus keluar pada hari senin .

Selain itu lanjut para orangtua "anak kami yang di tahan bukan melakukan pencurian namun menjalankan perjuangan untuk umum".


Tutup para orangtu "apabila permintaan kami tidak bisa terpenuhi maka masyarakat waduwani akan melakukan tindakan tegas untuk pembebasan keenam pemuda yang di tahan tsb".


Oragtua dan masyakat komit tidak menutup kemungkinan masyarakat waduwani akan melakukan tindakan blokir jalan dengan sasaran armada mobil sampah (kuning) apabila pada hari senin keenam pemuda tidak di bebaskan.

Sekitar pukul 19.00 wita masyarakat desa waduwani setelah menerima informasi tentang enam orang pemuda waduwani yang menghadiri panggilan pihak polres Kab bima  pada sabtu pagi pada kasus anarkis pengerusakan baskemp bangunan IPLT pada aksi bulan maret lalu langsung di tahan ,sehingga terjadi konsentrasi massa warga waduwani dalam melakukan saling provokasi .


Sedangkan Kades Waduwani "Saya sebagai kades telah melakukan upaya dan juga tetap melakukan upaya supaya mereka bisa keluar dan mohon kiranya kita semua mari sama 2 berdo.a semoga masalah ini menjadi sebuah jalan terbaik ".

Sesuai dengan permintaan para orang tua anak2 yang di tahan hari ini saya akan melakukan koordinasi bersama babinsa,babinkamtibmas  juga kasi trantib woha ,dan saya sampaikan mari kita tetap menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan di desa kita  biarkan kami sebagai pemerintah bekerja dulu dalam upaya persoalan yang terjadi saat ini .

Penyampaian kasi trantib woha :
a.mari saya mengajak kepada para orang tua juga pemuda yang ada di desa waduwani , saya saat ini berada pada dua sisi yaitu satu sisi sebagai pemerintah yang mengamankan kebijakan dan yang satu saya disini masyarakat biasa .

b.dalam kejadian ini saya berharap agar mari kita bersabar karna besok adalah hari minggu sehingga pelayanan kasus seperti ini di liburkan ,mari kita biarkan kepala desa dulu bekerja sesuai tupoksinya .

Pukul 22.30 wita ,Pertemuan pembahasan pembebasan keenam pemuda tsb selesai dalam keadaan aman lancar .




( Dan )