Camat Woha Perintahkan Toko Dan Warung Sediakan Tempat Cuci Tangan Cegah Korona




Jurnal Bima, 5 April 2020


Virus korona menjadi musuh nyata bukan saja indonesia tapi sudah menjadi musuh dunia, penyakit yang mematikan yang tidak mengenal status dan golongan manusia.


Data terakhir per jumat 3 April 2020 bahwa wabah virus korona sudah menjangkit 8 orang warga NTB sudah positif hingga pemutusan mata rantai penyebaran harus dilakukan oleh semua pihak.



Setiap Daerah sudah membentuk gugus penanganan bukan saja daerah ditingkat kecamatan pembetukan gugus pengawasan juga telah dibentuk tidak terkecuali diwilayah kecamatan Woha.


Demi hindari wabah virus masuk lebih khusus masuk di kecamatan Woha upaya pemutusan rantai penyebaran terus dilakukan oleh gugus di kecamatan woha. Saat ditemui media ini di kantornya Camat woha memberikan siaran Pers nya terkait upaya upaya pencegahan guna memutuskan mata rantai virus masuk lebih khusus di kecamatan Woha.


Irfan DJ, SH pada kamis (2/4) menyampaikan bahwa kami dari pihak kecamatan woha terus berupaya bantu pemerintah Daerah dan Pusat untuk melawan virus korona dengan cara paling tidak melalui pemutusan mata rantai penyebaran virus agar tidak menyebar.


Lanjut Camat Woha dengan itu saya meminta semua masyarakat Woha melaporkan siapa saja yang masuk di Desa Kecamatan woha baik mahasiswa pemudik maupun TKW yang pulang dari luar negri, selain itu wajib bagi pendatang untuk isolasi diri selama 14 hari guna mengetahui ada tidak virus dan pihak RT dan Desa wajib laporkan serta mendata siapa saja warga yang pulang kampung.


Selain itu untuk mencegah virus korona menyebar di wilayah woha saya minta setiap warung dan toko di kecamatan woha yang memungkinkan aktifitas ramai wajib menyiapkan tempat cuci tangan bagi para pembeli karena dengan hidup bersih langkah terbaik hindari virus.

Tutup camat woha jika tidak berhalangan senin besok saya akan keluarkan surat edaran itu karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.



( Dan )