Mantan Ketua BEM STIKES Yahya, Indra " Duka Dibalik Korona" Keringat Tenaga Medis






Jurnal Bima, 5 April 2020



DUKA DI BALIK CORONA

Oleh : Indra Darmawansyah

Demisioner BEM Stikes Yahya Bima.

Beberapa hari ini keluar pernyataan SEKDA Kab. BIMA yang sangat tidak tepat dan sangat menggores luka yang mendalam bagi teman-teman tenaga medis di RS SONDOSIA Khususnya di Kab. BIMA dan Seluruh tenaga medis di INDONESIA. Bagaimana tidak, pernyataan itu dikeluarkan di pada bangsa dan daerah ini (Kab. BIMA) tengah menghadapi situasi yang sangat mencekam tidak hanya BIMA, Indonesia bahkan dunia kewalahan menghadapi penyebaran VIRUS CORONA ini.
.
Beberapa waktu terakhir Indonesia mengumumkan bahwa sekitar 2.092 yang telah terinfeksi covid_19 dan yang meninggal sekitar 192 Jiwa/ 4 April 2020. Dan di prediksi kurvanya akan semakin meningkat. Mengingat pemecahan masalah yang dilakukan belum terlalu maksimal.
.
Kebijakan "Merumahkan tenaga MEDIS (Suka rela) tersebut merupakan kebijakan yang tidak proporsional di tengah wabah yang sangat cepat berkembang, krusial dan mencekam seperti ini. Apakah pak SEKDA berani bertanggung jawab dengan pribadi dan kapasitasnya, jika terjadi peningkatan angka terinfeksi di kabupaten BIMA? Tentu kita semua tidak ingin itu terjadi tetapi jika itu terjadi hanya tenaga medis yang dapat berbuat banyak dan garda terdepan untuk berusaha menyelamatkan nyawa.
.
Analisis saya, boleh jadi dibalik pernyataan itu, pak SEKDA dan beberapa rekan terdekatnya ingin mencuci tangan dan tidak ingin bertanggung jawab atas jasa pelayanan medis yang dilakukan oleh teman-teman tenaga medis. (ada yang bilang sudah sekitar 6-8 bulan "Wallahu a'lam).
.
Yang ingin saya sampaikan adalah di tengah wabah Corona yang sangat menggangu psikologi massa. Baik tenaga medis maupun masyarakat pada umumnya. Yang harus dilakukan oleh PEMDA adalah memastikan kesediaan APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis di berbagai Rumah sakit dan puskesmas di KAB. BIMA. sebelum ada perkembangan covid-19 semakin merebak kemana-mana.
.
Kemudian Pemerintah Kabupaten Bima juga memastikan lewat dinas kesehatan dan Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat harus siaga dalam memberikan pelayanan dan siap mengambil resiko dari setiap tindakan yang dilakukan.
.
Pemerintah juga harus intens melakukan sosialisasi perkembangan corona lewat masjid-masjid dan rumah ibadah lainnya (tanpa mengumpulkan massa) sehingga masyarakat tetap waspada dan dapat memastikan diri tidak tertular penyebaran covid 19.
.
Juga, pemerintah jangan sampai ceroboh dan tidak fokus terhadap penanganan virus Corona sebab akan berdampak sangat fatal terhadap sebarannya dan pasti akan mengancam banyak nyawa. Jika terselamatkan Alhamdulillah, tetapi jika tidak, pemerintah akan menghadapi balasannya di dunia ini bahkan di akhirat kelak. ( Red )