Libur Diperpanjang 27 April Sampai 1 Juni, Kadis DISDIK Mataram" Ramadhan Dirumah"




Jurnal Bima, Mataram 27 April 2020


Masa belajar di rumah diperpanjang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar selama Bulan Ramadan. ”Kita rencanakan untuk masuk 1 Juni 2020,” kata Kadisdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali, Selasa (21/4).

Keputusan ini diambil Disdik melihat belum selesainya pandemi Korona di Kota Mataram. Berlaku untuk anak di tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. ”Masuknya itu pas setelah lebaran topat. Itu rencana kita,” ujarnya.

Grafik penyebaran Covid-19 di Kota Mataram menunjukkan tren kenaikan. Belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran. Bukan saja dari Disdik, tapi juga guru maupun orang tua, apabila anak-anak kembali ke sekolah.

”Karena itu, belajar di rumah kita perpanjang sampai lebaran topat,” kata Fatwir.

Proses pembelajaran di rumah tetap dipantau Disdik Kota Mataram. Fatwir mengatakan, agar pembelajaran tetap berkesinambungan, Disdik menggunakan beberapa media. Dari sana, anak-anak bisa mendapatkan materi belajar.

Mereka juga bisa bertatap muka langsung dengan guru secara virtual. Termasuk untuk beberapa program untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadan.

Cara ini disesuaikan seperti imbauan pemerintah. Terkait dengan physical distancing. Sehingga kegiatan yang bersifat mengumpulkan anak di bulan Ramadan, ditiadakan. Seperti taraweh, buka puasa bersama, sampai lomba tadarus. ”Jadi komunikasi dengan guru dan siswa tidak terputus,” ujarnya.

Selama belajar di rumah, Fatwir juga meminta ada peran dari orang tua. Membimbing anak-anak untuk rajin belajar. Termasuk memberikan laporan secara berkala. Terutama mengenai kegiatan selama bulan puasa.

Misalnya, mengaji bersama keluarga. Berbuka puasa dengan adik, kakak, dan orang tua. Tarawih. Sampai belajar bersama. Kegiatan itu divideokan kemudian bisa diunggah melalui beragam platform media sosial, sebagai bahan penilaian.

Lebih lanjut, Fatwir menyebut masa belajar di rumah menjadi bagian dari pembentukan karakter anak.
Menumbuhkan unsur religius sampai keterampilan. ”Kalau di rumah kan bisa belajar memasak. Itu membantu orang tua, sekaligus sebagai bekal untuk mandiri,” tutur Fatwir.

Mengenai kepastian masuk sekolah pada 1 Juni, Fatwir menyebut itu bergantung pada situasi pandemi. Jika virus Korona berakhir pada Mei, tentu rencana semula bisa dilaksanakan. ”Nanti kita evaluasi lagi, disesuaikan dengan perkembangan Covid-19,” tandasnya.


( Dan )