Masyarakat Desa Waduwani Minta Polres Bima Bebaskan 6 Aktifis Ini Yang Ditahan




Jurnal Bima, 5 April 2020



Sekitar pukul 19.00 wita masyarakat desa waduwani setelah menerima informasi tentang enam orang pemuda waduwani yang menghadiri panggilan pihak polres Kab bima  pada sabtu pagi pada kasus anarkis pengerusakan baskemp bangunan IPLT pada aksi bulan maret lalu langsung di tahan ,sehingga terjadi konsentrasi massa warga waduwani dalam melakukan saling provokasi .



Pada hari sabtu tanggal 04 April 2020 pukul 20.00 wita ,Bertempat di Rumah kediaman kades waduwani  kecamatan woha kabupaten Bima ,Telah berlangsung pertemuan dalam membahas solusi untuk mendapat jalan keluar para pemuda waduwani penolak hadirnya IPLT yang di tahan di polres Bima .


Melihat kondisi tersebut orang tua serta masyarakat menyampaikan tutuntutan berupa meminta kepada kades beserta babinsa, babinkamtibmas agar kiranya sesegera mungkin anak2 yang di tahan hari ini harus keluar pada hari senin .

Selain itu lanjut para orangtua "anak kami yang di tahan bukan melakukan pencurian namun menjalankan perjuangan untuk umum".


Tutup para orangtu "apabila permintaan kami tidak bisa terpenuhi maka masyarakat waduwani akan melakukan tindakan tegas untuk pembebasan keenam pemuda yang di tahan tsb".


Oragtua dan masyakat komit tidak menutup kemungkinan masyarakat waduwani akan melakukan tindakan blokir jalan dengan sasaran armada mobil sampah (kuning) apabila pada hari senin keenam pemuda tidak di bebaskan.


Sedangkan Kades Waduwani "Saya sebagai kades telah melakukan upaya dan juga tetap melakukan upaya supaya mereka bisa keluar dan mohon kiranya kita semua mari sama 2 berdo.a semoga masalah ini menjadi sebuah jalan terbaik ".

Sesuai dengan permintaan para orang tua anak2 yang di tahan hari ini saya akan melakukan koordinasi bersama babinsa,babinkamtibmas  juga kasi trantib woha ,dan saya sampaikan mari kita tetap menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan di desa kita  biarkan kami sebagai pemerintah bekerja dulu dalam upaya persoalan yang terjadi saat ini .


Penahanan 6 aktifis atas kasus anarkis pengerusakan baskemp IPLT terjadi pada hari Rabu (18/3/2020) sekitar pukul 13.00 wita .


Adapun nama-nama 6 aktifis yang ditahan oleh Polres Bima yaitu :
1.Dinul rahman Usman S.pd
2.Rian hidayat Usman
3.supriyadi Darwis S.pd
4.Gufran Sukardin
5.Aswadin Syafruddin
6.Yusuf Algifari Sukrin .


Keenam aktifis tersebut ditahan saat usai melakukan unjuk rasa dan meninjau lokasi proyek IPLT, mereka menilai dan menolak keras adanya pembagunan IPLT Di Desanya pasalnya mereka menilai Desanya dianak tirikan oleh pemerintah dengan memasukan proyek yang dianggap merusak lingkungan yaitu TPA sampah dan IPLT masuk di Desa Waduwani hingga aksi anarkispun tak terelahkan.

Hingga kini kasus hukum yang masih menimpa 6 aktif terus bergulir masyarakat serta orangtua umumnya berharap ada jalan keluar dari peristiwa tersebut.


( Dan )