SEKDA NTB Umumkan Warga NTB Positif Korona Bertambah Malam Ini Jadi 33 Orang




Jurnal Bima, 11 Maret 2020



Tren peningkatan jumlah pasen positif korona di NTB semakin mengkhawatirkan. Sabtu  (11/4) malam Pemprov NTB resmi mengkonfirmasi adanya delapan kasus positif baru. Delapan kasus ini membuat kasus positif korona di NTB menjadi 33 kasus, dua meninggal dan tiga sembuh.

Rinciannya lima warga Mataram, dua Lombok Barat dan satu kasus baru dari Lombok Timur.Dalam penambahan ini ada satu balita umur dua tahun. Ini merupakan kasus pertama balita di NTB terjangkit korona.

Dalam siaran persnya Pemprov NTB menyebut balita tersebut tercatat sebagai pasien nomor 27,  berinisial HW, laki-laki, usia dua tahun, asal  Gunungsari  Lombok Barat.

Padahal pasien dan keluarganya tidak ada  riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Selain itu  riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini ia dirawat di Ruang Isolasi RSUD  Provinsi NTB.

“Belum diketahui sumbernya, masih perlu dilakukan penelusuran, baik orang tua, tetangga dan lingkungan yg pernah bersentuhan anak tsb. Butuh waktu untuk menemukannya. Juga butuh kejujuran dari orang tua, untuk memberikan data/informasi,sehingga cepat teridenfikasi sumbernya,” ujar Kadiskominfotik NTB I Gede Putu Aryadi.

Selentara itu tujuh pasien lainnya adalah Pasien nomor 26,  berinisial SR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Selong Kabupaten Lombok  Timur.  Pasien nomor 28,  CT, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela Kota  Mataram.

Pasien nomor 29,  FYT, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela Kota  Mataram. Pasien nomor 30,  RA, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat.

Pasien nomor 31, DAR, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram.  Pasien nomor 32,  FNH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram. Terakhir pasien nomor 33,PTS, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram.

( Dan )