Gagara Kritik Kades Pajo Sape Nama Dobel BLT, Pemuda Ini Dihakimi Dengan Kursi







Jurnal Bima, 10 Juni 2020 



Seperti yang diberitakan oleh beberapa media Terkait dengan dugaan pencemaran nama baik kades poja yang dilakukan oleh juwanda asal desa poja kecamatan sape kabupaten bima pada selasa 2/6.


      Juwanda S.Pd  sekaligus Ketua Bumdes yang  menghampiri Media ini pada selasa 9/6. Mengatakan bahwa saya tidak pernah melakukan penghinaan terhadap Kades Poja, hanya saja kami sebagai masyarakat meminta untuk keterbukaan  informasi publik agar masyarakat mengetahui kegiatan-kegiatan Pemerintah Desa. setelah satu hari saya unggah postingan itu
     Kemudia saya dikejutkan oleh surat relas panggilan oleh Kades Poja, bersamaan dengan surat sosialisai untuk masyarakat penerima BLT-DD. 



Setelah saya menghadiri panggilan tersebut di Aulah Kantor Desa bersama sejumlah masyarakat. Acara dimulai dan  Moderator berikan kesempatan kepada Kepala Desa untuk menyampaikan arahan terkait masalah pembagian sembako dan pembagian BLT-DD, disaat itu juga dia singgu terkait pencemaran nama baik yang dilakukan oleh juwanda. Menurut juwanda Saya tidak bermaksud  melakukan pecemaran nama baik terhadap Pemerintah Desa Poja. 



Saat itu saya menyampaikan secara umum dan saya kritik memang saat itu ada yang dobel antara penerima bantuan pangan non tunai dan PKH. saya cuman mengklarifikasi kalau sudah terimabantuan pangan non tunai jangan terima PKH lagi yang saya lihat banyak yang terima dobel. Tuturnya




      Saya tanya ke Kades, apakah ada yang terima dobel.  iya ada.kata kades. saat itu juga kades mengatakan kamu jangan seenaknya mengeluarkan status difacebook seperti itu. saya capek jadi Kepala Desa. Ungkap kades yang di kutip juwanda.


       Lima menit setelah kades menyampaikan pernyataan itu saya mendapat lemparan dari belakang dan satu orang maju di hadapan saya dengan memakai sarung wajah langsung melempar saya pake air kemasan gelas setelah itu mereka berusaha melempar saya pake kursi tapi saat itu banyak masyarakat menghelainya. satu orang kena lemparan kursi mengakibatkan dua luka robek dibagian  kepala.


      Suasana sudah amburadul saya naik di atas meja mencoba menenangkan keadaan, saya mengatakan pada orang orang saya hal ini hal yang wajar dalam demokrasi  atau di dalam rapat.saat itu rapat di mulai kembali.


      Saya langsung klarifikasi terkait pernyataan saya di facebook. Yang di anggap melakukan pencemaran  nama baik. kalo memang Kapala Desa  tidak mau di kritik jangan jadi pemimpi, kami punya landasan yang jelas. Tentang penyampaian di muka umum sudah jelas UUnya asalkan saya tidak menghina bapak. Saya duga kejadian tadi  sudah ada rencana awal untuk memukul saya tapi ini kami serahkam kepada pihak yang berwajib untuk melakukan pendalam terkait kasus pemukulan terhadap diri saya. yang penting saya sudah melapor ke pihak yang berwajib. Ungkap juwanda.


( Dan )