GOR Panda Bima Dinilai Ada Aroma Korupsi, Gender Oposisi Bima Desak PEMDA Transparan








Jurnal Bima, 30 Juni 2020





Pada hari  Selasa 30 Juni 2020. Pukul.10.10 wita,Bertempat di Depan kantor Bupati Dusun godo kecamatan  woha Kabupaten Bima,Telah berlangsung orasi dari tim Gender Oposisi . Dibawah kendali Korlap I An "Rara marhaen, korlap II An.Nurjannah, Dan penanggung Jawab An "Uswatun Hasanah".

B.Tuntutan masa aksi :
1. Mendesak Bupati Bima untuk sekaligus ketua gugus tugas percepatan penanganan covid 19 untuk melakukan transparansi anggaran 50 M .
2. Menuntut pemda untuk membongkar dan menuntaskan kasus korupsi pembangunan Gor Panda 11 M sampai ke akar-akarnya, memeriksa, mengajukan dan menuntut kedepan pengadilan setiap pihak baik pribadi maupun lembaga .
3. Menuntut Bupati Bima untuk bertanggung jawab atas kasus bibit bawang merah Yg merugikan uang megara 46 M thun 2016, karena telah menyuap seluruh elemen untuk menutup mulut terkait dugaan korupsi yg telah dilakukannya.
4. Mendesak pemda kab. Bima segera kembalikan lahan tanah rakyat 13.000 hektar yg dikuasai dari setiap pemerintah desa, sebagaimana UUD no 6 tahun 2014, tentang desa, PP no 43 tahun 2014, perpres no 86 tahun 2018. 

C.Rangkaian Aksi : 

1.pukul 10.10 wita. massa Aksi dari Gender oposisi tiba di  jln. Soekarno-Hatta Komplek Bupati Bima pintu paling timur langsung melakukan orasi bergantian : 
a).kami dari Gender oposisi mewakili masyarakat hadir untuk menyampaikan beberapa isi tuntutan agar kiranya Bupati Bima bisa memenuhinya .
b).Bupati Bima kembalikan lahan Rakyat,kami minta transparansi terhadap anggaran Covid-19 .

2.pukul. 10.11 wita. Massa Aksi mulai melakukan orasi di depan kantor Bupati Bima, tepat di dpan gerbang selatan kantor Bupati Bima.  

3.pukul. 11. 17 wita,Massa Aksi mulai melakukan pembakaran ban bekas dan memaksa untuk masuk ke Kantor Bupati Bima sehingga terjadi  ketegangan dengan praja wanita yang melakukan pengamanan .

4.pukul. 12.01 wita, masa aksi melakukan pembakaran poster  wajah Bupati Bima  dan langsung membubarkan diri.

III. Catatan : 

1. Tidak menutup kemungkinan para massa aksi akan melakukan Aksi unjuk rasa. di hari,tanggal/bulan Yang berbeda karena tidak adanya tanggapan dari pihak pemerintah .

2.massa aksi membubarkan diri tanpa ada tanggapan dari pemerintah daerah .

 


( Dan )