Istana Diduduki Ratu Bima Dilempari Telur Busuk Kado Di Tengah Pandemi Korona










Jurnal Bima, 16 Juni 2020


Kantor Bupati Bima kembali digedor demonstran. Kali ini giliran Gender Oposisi (Genopsis) Bima yang menyampaikan aspirasinya di depan kantor pemerintahan Kabupaten Bima tersebut.

Dalam aksi jilid II ini, Genopsis melakukan teatrikal dengan melempari kantor bupati dengan telur busuk sebagai simbol tak seriusnya Bupati dan Wakil Bupati Bima dalam mengurus Bima selama lima tahun memimpin.

Selain melempari dengan telur busuk, pendemo juga membakar ban bekas di depan kantor Bupati Bima serta membuang semua sembako bantuan Covid-19 seperti mie instan dan sabun colek yang dianggap tidak layak. 

Menurut demonstran, bupati tidak punya itikad baik membangun daerah dan memperhatikan masyarakat miskin dan masyarakat yang tertimpa musibah. 

"Bupati tidak mampu menunaikan janjinya. Semuanya hanya pemanis bibir. Terutama soal bantuan mobil damkar di Kecamatan Belo," ungkap korlap, Uswatun Hasanah.

Perempuan yang akrab disapa Badai NTB ini menilai Bupati dan Wakil Bupati Bima tidak pernah merespon baik apapun yang menjadi keluhan masyarakat. 

"Bupati hanya jalan-jalan keluar daerah. Lalu apa yang dia dapatkan dari hasil jalan-jalan itu," tandasnya. 

Geram tidak ditanggapi masa aksi melakukan tetrikal aktifitas bupati bima yang datang sebagai pahlawan saat musibah kebakaran melanda Desa Ngali" hasil pantauan media ini dilapangan.


Selain itu degan menyorot anggran 50 M yang dianggap belum jelas arah penggunaanya masa aksi lempari dengan telur busuk sebagai hadiah kegagalan Bupati bima sekaligus Ratu Bima dalam mengadakan mobil damkar dan transparan tehadap anggran 50 M.


Massa aksi sempat memanas dengan melakukan boikot jalan menyeret pagar istana yang diduki ratu akibat geram lama ditanggapi, hingga massa membubarkan diri usai demo serta melakukan audiensi denga wakil Bupati Bima.



( Dan )