Mencoreng Marwah NTB Nikahi Bencong, Kejati NTB Gugat Ke Pengadilan Agama









Jurnal Bima, 16 Juni 2020



Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Nanang Sigit Yulianto, SH.,MH didampingi oleh Kajari Mataram, Drs. Yusuf, SH.,  pada saat Pers Realese didepan wartawan baik Media elektronik maupun cetak pada hari ini Selasa 16 Juni 2020 di Lt 2 Gedung Kejati NTB.

Dikatakan bahwa Pada hari Senin tanggal 15 Juni 2020 pukul 12.00 Wita di Pengadilan Agama Giri Menang telah didaftarkan Permohonan Pembatalan Perkawinan terhadap MUHLISIN bin KALAMULLAH dan MITA binti FIRMAN oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Mataram PUTU AGUS ARY ARTHA, SH. DKK berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor: SK-16/N.2.10/Gp.1/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 dengan Kepala Kejaksaan Negeri Mataram sebagai Pemberi Kuasa.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTB juga menyampaikan bahwa  posisi perkawinan sejenis tersebut  sebagai berikut:
Bahwa awalnya Mita berkenalan dengan Muhlisin melalui Media Sosial dan Mita mengaku sebagai seorang wanita kemudian Muhlisin dan Mita janjian untuk bertemu di Udayana Mataram dan sampai Muhlisin dan Mita menjalin hubungan asmara atau pacaran dan karena rasa cintanya mereka hingga akhirnya memutuskan untuk menikah pada hari selasa tanggal 02 juni 2020 pukul 10.00 wita dan mereka menikah di Mushola Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat yang disaksikan oleh Kepala Dusun Gelogor atas nama Hamdani, pihak KUA, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat dan selanjutnya pada saat malam pertama Mita menolak untuk berhubungan badan dengan Muhlisin dengan alasan haid dan dua hari kemudian korban merasa curiga dengan Mita terutama dengan jenis kelaminnya dan setelah dipertanyakan kepada Mita dan tanpa alasan yang jelas Mita meminta cerai dan kabur dari rumah hingga Muhlisin mencari tau siapa Mita dan apa jenis kelaminnya di Kepala Lingkungan Pajarakan dan warga sekitar kemudian dari keterangan warga sekitar mengatakan bahwa Mita adalah seorang laki-laki yang bernama Supriyadi. 

Bahwa setelah dilakukan pengecekan kartu tanda penduduk atas nama Mita oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat terdapat perbedaan nomor kartu tanda penduduk pada KTP atas nama Mita dengan nomor KTP yang tertera pada Kartu keluarga atas nama Mita. 

Bahwa terkait perkawinan sesama jenis berdasarkan pasal 1 dan pasal 26 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, perkawinan tersebut batal demi hukum dan dapat dibatalkan. (16/05/20).


( Dan )