Larang Wartawan Liput Debat Ketua DPC SEPERNAS Kecam KPU Bima

 




Jurnal Bima, 11 November 2020


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pers Reformasi Nasional (Sepernas) Kabupaten Bima, Syamsudin Al-Haq, SH yang di temui, Sabtu 07/11/20 mengungkapkan Bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah 2 (dua) kali melarang pers untuk meliput kegiatan yakni saat pencabutan nomor urut pasangan calon (Paslon) diaula utama KPU Kab. Bima dan debat terbuka yang di selenggarakan pada gedung DPRD Kab. Bima. Hal yang di lakukan oleh KPU Kab. Bima sudah mencederai UU Pers No. 40 tahun 1999 pasal 4 ayat 2 dan 3 yakni ; 


(2) terhadap Pers Nasional tidak di kenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran


(3) untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan imformasi, katanya




Disamping itu, lanjutnya. Sesuai dengan pasal 18 ayat 1 yang mengatakan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) di pidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah, urainya




Ditambahkannya, hal yang di lakukan KPU Kab. Bima terhadap wartawan adalah perbuatan yang sudah melawan hukum. " kayak tidak tahu aturan saja KPU Kab. Bima dan apakah ini tanda di mana KPU Kab. Bima mau mengambil semua tugas pokok dan fungsi (tupoksi) insan pers?. 



( Dan )