Penyelidikan Dugaan Korupsi GOR Panda Bima Ditunda Karna PPK Meninggal

  




Jurnal Bima, 22 Desember 2020



Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Bima tahun 2019 tertunda. “PPK (pejabat lembuat komitmen) proyek itu meninggal,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (4/10).


Penyelidik Ditreskrimsus Polda NTB sudah dua kali melayangkan panggilan pemeriksaan. Namun, pada panggilan pertama tidak hadir. “Awalnya alasan tidak hadir karena sakit. Tetapi setelah kita panggil kedua, pihak keluarganya menyampaikan yang bersangkutan meninggal,” tuturnya.


Proyek pembangunan GOR Bima menelan anggaran Rp 11,2 miliar. Proyek tersebut dikerjakan PT KJU yang beralamat di Kota Mataram.


Pengerjaannya sempat molor. Sehingga pihak kontraktor dikenakan denda Rp 192 juta. Kendati demikian, proyek tersebut telah dilakukan provisional hand over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.


Sementara itu, terkait meninggalnya PPK proyek tersebut, Ekawana belum menentukan apakah kasus tersebut akan dihentikan. “Kita belum tentukan itu (penghentian),” ujarnya.


Menurutnya itu perlu kajian. Jika seluruh saksi sudah diklarifikasi baru bisa dilihat benang merahnya. “Apakah ada perbuatan melawan hukumnya atau tidak,” terangnya.


Atau mungkin dalam proyek tersebut berpotensi merugikan keuangan negara. “Kalau ada kerugian negaranya kasus itu bisa saja kita lanjutkan,” kata Ekawana.


Namun, unsur perbuatan melawan hukum dan merugikan negara tersebut harus didalami terlebih dahulu. Unsur perbuatan melawan hukum bisa muncul dari seluruh keterangan saksi. “Kalau saksi baru beberapa yang sudah diklarifikasi,” terangnya.


Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya kerugian negara penyelidik sudah mengagendakan cek fisik dengan ahli dari Universitas Mataram (Unram). “Kalau sudah ada hasil cek fisiknya nanti, kita koordinasikan lagi dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ujarnya.


Penyelidikan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Pengerjaan proyek itu diduga tidak sesuai spesifikasi. “Ya, dari laporan itu kita mulai mengusutnya,” kata mantan kapolres Bima ini. 



( Dan )