Vaksin Korona Aman..! Gubenur Dan Wakil Gubenur NTB Bakal Duluan Divaksin

  




Jurnal Bima, 7 Januari 2021


Vaksinasi di NTB dipastikan dimulai 14 Januari. Tapi, bukan diawali tenaga kesehatan. Melainkan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta sejumlah pejabat di Pemprov NTB.


”Presiden nanti sebagai simbolisasinya, disuntik tanggal 13 Januari. Kemudian hari berikutnya, seluruh kepala daerah provinsi, di 14 Januari,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat ditemui di Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, Selasa (5/1).


Gubernur memastikan, dirinya akan menjadi orang pertama di NTB yang akan disuntik vaksin Sinovac. Kemudian akan dilakukan juga kepada sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.


Kata Gubernur, vaksinasi nanti sebagai ikhtiar pemerintah untuk melawan virus Korona. Dengan vaksin yang sudah tiba di NTB juga, diharapkan bisa memberi dampak baik terhadap psikologis masyarakat. Agar tidak panik dan tetap tenang menghadapi pandemi.


Kita berharap kedatangan vaksin bisa menenangkan psikologis. Karena banyak yang meninggal bukan karena hanya virusnya, tapi juga ketakutan secara psikologis,” ujar Gubernur.


Setelah vaksinasi terhadap kepala daerah di tingkat provinsi, akan dilanjutkan untuk tenaga kesehatan. Dinas Kesehatan NTB sendiri sudah menetapkan jumlah sasaran nakes yang akan mendapat vaksin Covid-19. Yakni sebanyak 25 ribu nakes. Berdasarkan data yang masuk dalam sistem informasi sumber daya manusia kesehatan.


”Sampai 3 Januari itu ada 30 ribu nakes yang terdata, tapi yang masuk dalam sistem baru 25 ribu. Sisanya masih kita tunggu,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin.


Meski begitu, tidak semua nakes yang sebanyak 25 ribu itu langsung mendapat vaksin di tahap pertama. Jika melihat jumlah dosis vaksin yang diterima NTB, sebanyak 28.760 vial, maka nakes yang pasti mendapat vaksinasi hanya 14.380.


”Satu orang itu dapat jatah dua vaksin. Untuk dua kali penyuntikan,” sebut Eka.


Karena itu, penerima vaksin sebanyak 14.380 orang ini akan diprioritaskan terhadap nakes yang bertugas di Rumah Sakit rujukan utama dan kedua. Setelah itu dilanjutkan dengan nakes yang bergabung dalam satgas penanganan Covid, di tahap kedua.


Mengenai waktunya, Eka belum bisa memastikan. Dari pemerintah pusat disebutkan vaksinasi nakes di tahap pertama dilakukan dari Januari hingga Maret. NTB masih menunggu kepastian pelaksanaan dari pusat.



Selain itu, vaksinasi nakes di NTB bakal dilakukan di gelombang kedua untuk tahap pertama. Setelah 14 provinsi lain di Indonesia, yang masuk dalam kategori prioritas. ”Jadwalnya memang sampai Maret. Tapi tepatnya kapan dilakukan, kita masih menunggu lagi informasi dari pusat,” tuturnya.


Sebelum ada kepastian waktu vaksinasi, Dikes bakal lebih dulu melakukan proses skrining terhadap penerima. Ada 12 persyaratan terkait kondisi kesehatan dan penyakit, yang jika diderita nakes, dipastikan tidak akan mendapat vaksin. Antara lain, ibu hamil, ibu menyusui, hipertensi, auto imun, hingga diabetes.


Proses skrining seluruh calon sasaran dikerjakan di semua puskesmas. Bekerja sama dengan kabupaten/kota. ”Tapi ini tidak sesederhana itu juga. Tetap ada batasan. Misalnya kalau skala penyakitnya ringan, hipertensi tapi ringan, itu masih boleh,” jelas Eka.



( Dan )